Amandel: Mengenal Fungsi, Letak, dan Gangguan yang Bisa Terjadi

amandel manusia amandel manusia

Amandel merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh yang berada di sekitar tenggorokan. Banyak orang baru memperhatikan keberadaan organ ini ketika tenggorokan terasa sakit, sulit menelan, atau mengalami pembengkakan. Padahal, amandel memiliki peran dalam membantu tubuh mengenali dan menghadapi berbagai benda asing yang masuk melalui mulut dan hidung.

Dalam bahasa medis, amandel biasanya disebut tonsil. Jaringan ini merupakan bagian dari sistem limfatik dan memiliki jaringan yang mengandung sel imun. Letaknya yang berada di area masuknya makanan dan udara membuat amandel dapat berinteraksi dengan berbagai mikroorganisme dari lingkungan.

Apa Itu Amandel?

Amandel adalah jaringan limfoid yang berada di sekitar bagian belakang tenggorokan. Dalam pembicaraan sehari hari, istilah amandel biasanya merujuk pada sepasang tonsil palatina yang berada di sisi kanan dan kiri tenggorokan.

Jaringan tersebut termasuk bagian dari sistem kekebalan tubuh. Amandel membantu mengenali zat asing yang masuk melalui mulut dan saluran pernapasan. Ketika terdapat mikroorganisme tertentu, sistem imun dapat memberikan respons untuk membantu melindungi tubuh.

Amandel paling mudah terlihat ketika mulut dibuka lebar. Letaknya berada di sisi belakang rongga mulut, di sekitar area tenggorokan. Ukuran jaringan ini dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Baca Juga: Kelenjar Tiroid: Pengertian, Fungsi, Hormon, dan Cara Menjaga Kesehatannya

Letak Amandel di Dalam Tubuh

Letak amandel berada di bagian belakang mulut, tepatnya di sisi kiri dan kanan tenggorokan. Posisi tersebut membuat amandel berada pada salah satu jalur yang sering dilalui udara, makanan, dan berbagai partikel dari lingkungan.

Selain tonsil palatina, tubuh sebenarnya memiliki beberapa kelompok jaringan tonsil lainnya. Ada tonsil faringeal yang lebih dikenal sebagai adenoid, tonsil lingual yang berada di bagian belakang lidah, serta jaringan tonsil di sekitar saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan telinga.

Berbagai jaringan tersebut membentuk bagian dari sistem pertahanan yang berada di sekitar pintu masuk saluran pernapasan dan pencernaan. Karena lokasinya, jaringan tonsil dapat menjadi salah satu tempat tubuh mengenali berbagai zat asing.

Baca Juga: Kerongkongan: Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Cara Menjaganya Tetap Sehat

Fungsi Amandel bagi Tubuh

Salah satu fungsi amandel adalah membantu sistem kekebalan mengenali mikroorganisme yang masuk melalui mulut dan hidung. Jaringan ini mengandung sel sel imun yang dapat berinteraksi dengan antigen atau bagian tertentu dari mikroorganisme.

Amandel tidak bekerja sendirian dalam melindungi tubuh. Sistem kekebalan memiliki banyak komponen lain, mulai dari sel darah putih hingga jaringan limfoid yang tersebar di berbagai bagian tubuh.

Ketika amandel berhadapan dengan mikroorganisme, jaringan tersebut dapat mengalami aktivitas imun. Inilah salah satu alasan mengapa amandel terkadang membengkak ketika seseorang mengalami infeksi pada tenggorokan.

Baca Juga: Perilla Leaf: Daun Herbal Kaya Aroma dan Manfaat untuk Kesehatan

Mengapa Amandel Bisa Membengkak?

Amandel bengkak dapat terjadi karena adanya peradangan. Infeksi virus maupun bakteri dapat memicu respons sistem kekebalan sehingga jaringan amandel membesar dan terasa tidak nyaman.

Ketika mengalami peradangan, amandel dapat terlihat lebih merah dan membesar. Seseorang juga dapat mengalami sakit tenggorokan, kesulitan menelan, demam, atau pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher.

Tidak semua pembengkakan amandel disebabkan oleh bakteri. Banyak infeksi saluran pernapasan disebabkan oleh virus dan dapat membaik dengan perawatan yang sesuai. Karena itu, penggunaan antibiotik tidak seharusnya dilakukan sembarangan.

Tonsilitis atau Radang Amandel

Radang amandel disebut tonsilitis. Kondisi ini terjadi ketika jaringan tonsil mengalami peradangan akibat infeksi atau penyebab tertentu lainnya.

Gejala tonsilitis dapat berupa tenggorokan sakit, amandel membesar, sulit menelan, demam, suara berubah, serta munculnya bercak putih atau kekuningan pada permukaan amandel dalam beberapa kasus.

Penyebabnya dapat berupa virus atau bakteri. Pada infeksi tertentu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.

Jika tonsilitis terjadi berulang kali, mengganggu aktivitas, atau menyebabkan kesulitan bernapas dan menelan yang berat, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian medis.

Amandel pada Anak

Amandel sering menjadi perhatian pada masa kanak kanak karena jaringan tonsil pada anak dapat terlihat relatif besar. Hal tersebut tidak selalu berarti terdapat penyakit.

Pada sebagian anak, amandel dapat membesar setelah mengalami infeksi. Dalam kondisi tertentu, pembesaran tonsil dan adenoid dapat mengganggu aliran udara melalui saluran pernapasan.

Anak yang mengalami gangguan akibat pembesaran amandel mungkin sering mendengkur, bernapas melalui mulut ketika tidur, tidur tidak nyenyak, atau mengalami gangguan pernapasan saat tidur.

Jika gejala tersebut terjadi secara terus menerus, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diperiksa dengan tepat.

Amandel dan Gangguan Tidur

Pembesaran tonsil dan adenoid dapat berhubungan dengan gangguan pernapasan saat tidur pada sebagian anak. Ketika jaringan tersebut terlalu besar, ruang di sekitar tenggorokan dapat menjadi lebih sempit.

Akibatnya, aliran udara saat tidur bisa terganggu. Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah dengkuran yang berlangsung cukup sering.

Dalam kondisi tertentu, gangguan pernapasan saat tidur dapat menyebabkan anak sering terbangun, tidur gelisah, atau terlihat mengantuk pada siang hari. Pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan apakah pembesaran amandel memang menjadi penyebabnya.

Pada orang dewasa, gangguan serupa juga dapat terjadi, meskipun penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan amandel.

Batu Amandel

Selain peradangan, terdapat kondisi lain yang dikenal sebagai batu amandel atau tonsil stone. Kondisi ini terjadi ketika material seperti sisa makanan, lendir, sel yang telah mati, dan berbagai partikel lainnya terkumpul di celah permukaan tonsil dan mengalami pengerasan.

Batu amandel biasanya berukuran kecil, tetapi pada sebagian orang dapat menyebabkan bau mulut. Ada juga yang merasakan seperti terdapat sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.

Tidak semua batu tonsil menimbulkan masalah. Namun, jika sering muncul, berukuran besar, menyebabkan nyeri, atau menimbulkan keluhan menetap, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.

Apakah Amandel Harus Diangkat?

Tidak semua orang dengan masalah amandel membutuhkan operasi. Tindakan pengangkatan amandel disebut tonsilektomi dan biasanya dipertimbangkan berdasarkan kondisi serta tingkat gangguan yang dialami.

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan tersebut pada kasus tertentu, misalnya infeksi amandel yang berulang dan mengganggu, pembesaran tonsil yang menyebabkan gangguan pernapasan, atau masalah lain yang tidak membaik dengan penanganan yang sesuai.

Keputusan untuk melakukan operasi perlu melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Dokter akan melihat riwayat keluhan, frekuensi infeksi, kondisi amandel, serta dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas sehari hari.

Kehidupan Tanpa Amandel

Banyak orang bertanya apakah tubuh masih dapat memiliki sistem kekebalan yang baik setelah amandel diangkat. Tubuh memiliki banyak jaringan dan organ lain yang menjalankan fungsi pertahanan.

Karena itu, pengangkatan tonsil tidak berarti sistem kekebalan tubuh berhenti bekerja. Sistem imun tetap melibatkan berbagai jenis sel, jaringan limfatik, kelenjar getah bening, sumsum tulang, dan organ lainnya.

Namun, operasi tetap merupakan tindakan medis yang memiliki pertimbangan dan risiko tertentu. Karena itu, prosedur tersebut hanya dilakukan ketika manfaatnya dinilai lebih besar dibandingkan risikonya.

Cara Menjaga Kesehatan Amandel

Menjaga kesehatan amandel berkaitan dengan menjaga kesehatan mulut dan saluran pernapasan secara umum. Kebiasaan mencuci tangan dapat membantu mengurangi penyebaran mikroorganisme penyebab infeksi.

Menjaga kebersihan gigi dan mulut juga penting. Sikat gigi secara teratur dan bersihkan area mulut dengan baik. Kebiasaan tersebut membantu menjaga lingkungan mulut tetap sehat.

Hindari berbagi peralatan makan dan minum dengan orang yang sedang mengalami infeksi tenggorokan. Jika sedang sakit, istirahat yang cukup dan konsumsi cairan sesuai kebutuhan tubuh dapat membantu menjaga kondisi selama proses pemulihan.

Kapan Harus Memeriksakan Amandel?

Keluhan pada amandel manusia tidak selalu membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, terdapat beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan.

Sakit tenggorokan yang berat atau berlangsung lama, demam tinggi, kesulitan menelan, pembengkakan amandel yang cukup besar, gangguan bernapas, atau infeksi yang berulang merupakan alasan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas atau tidak mampu menelan dengan baik karena pembengkakan di area tenggorokan, pertolongan medis perlu dicari segera.

Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat membedakan apakah keluhan disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, pembesaran tonsil, batu amandel, atau kondisi lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *