Prostatitis: Penyebab, Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasinya
Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat yang dapat dialami pria dari berbagai kelompok usia. Prostat sendiri merupakan kelenjar kecil yang berada di bawah kandung kemih dan mengelilingi sebagian uretra. Organ ini berperan dalam menghasilkan cairan yang menjadi bagian dari air mani.
Peradangan prostat dapat menimbulkan keluhan yang cukup beragam. Sebagian pria mengalami nyeri di sekitar panggul, sulit buang air kecil, atau rasa tidak nyaman ketika buang air kecil. Pada kondisi tertentu, gejalanya dapat muncul secara mendadak dan terasa cukup berat.
Prostatitis tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Ada jenis yang berkaitan dengan infeksi bakteri, tetapi ada pula peradangan prostat yang berlangsung lama tanpa ditemukan penyebab infeksi yang jelas. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui jenis dan penyebabnya.
Apa Itu Prostatitis?
Prostatitis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan peradangan pada prostat. Kondisi ini berbeda dengan pembesaran prostat jinak dan kanker prostat, meskipun beberapa gejalanya dapat terlihat mirip.
Peradangan dapat menyebabkan prostat menjadi lebih sensitif atau membengkak. Karena letaknya dekat dengan kandung kemih dan uretra, perubahan pada prostat dapat memengaruhi proses buang air kecil.
Pada sebagian pria, keluhan juga dapat berhubungan dengan fungsi seksual. Rasa sakit saat ejakulasi atau ketidaknyamanan di sekitar area genital dapat muncul tergantung jenis peradangan yang dialami.
Baca Juga: Kesehatan Sperma: Cara Menjaga Kualitas Sperma Pria
Jenis Prostatitis
Secara umum, prostatitis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Prostatitis bakteri akut biasanya muncul secara tiba tiba dan disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya dapat berupa demam, menggigil, nyeri panggul, serta gangguan buang air kecil.
Ada juga prostatitis bakteri kronis yang berlangsung lebih lama dan dapat kambuh. Gejalanya biasanya tidak seberat bentuk akut, tetapi dapat muncul berulang kali.
Jenis lain adalah sindrom nyeri panggul kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman yang berlangsung lama, tetapi pemeriksaan tidak selalu menemukan adanya infeksi bakteri.
Ada pula prostatitis tanpa gejala, yaitu peradangan yang ditemukan ketika seseorang menjalani pemeriksaan untuk alasan lain tanpa mengalami keluhan yang khas.
Penyebab Prostatitis
Penyebab prostatitis tergantung pada jenisnya. Pada prostatitis bakteri, penyebab utamanya adalah infeksi. Bakteri dari saluran kemih dapat mencapai prostat dan menimbulkan peradangan.
Infeksi saluran kemih menjadi salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan prostatitis. Beberapa prosedur pada saluran kemih juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.
Sementara itu, pada prostatitis kronis atau sindrom nyeri panggul kronis, penyebabnya dapat lebih kompleks. Faktor seperti gangguan otot dasar panggul, iritasi saraf, respons peradangan, atau tekanan psikologis dapat berperan pada sebagian penderita.
Karena penyebabnya tidak selalu sederhana, pengobatan perlu disesuaikan dengan kondisi masing masing pasien.
Gejala Prostatitis
Gejala prostatitis pada pria dapat berbeda tergantung jenis peradangannya. Keluhan yang cukup umum adalah rasa sakit atau tidak nyaman di area panggul.
Nyeri dapat terasa di antara skrotum dan anus, bagian bawah perut, punggung bawah, atau sekitar selangkangan. Pada sebagian pria, rasa tidak nyaman juga dapat terasa di area penis atau testis.
Gangguan buang air kecil juga dapat terjadi. Seseorang mungkin merasakan nyeri ketika buang air kecil, aliran urine melemah, lebih sering ingin buang air kecil, atau merasa sulit mengosongkan kandung kemih.
Pada beberapa kasus, ejakulasi dapat terasa sakit. Keluhan seksual tersebut dapat membuat seseorang merasa cemas, terutama jika berlangsung dalam waktu lama.
Baca Juga: Kesehatan Penis: Cara Menjaga Organ Reproduksi Pria Tetap Sehat
Prostatitis Akut
Prostatitis bakteri akut biasanya berkembang dengan cepat. Pria dapat mengalami demam, menggigil, tubuh terasa lemah, dan nyeri yang cukup berat di sekitar panggul.
Keluhan buang air kecil juga dapat muncul secara tiba tiba. Urine bisa terasa sulit dikeluarkan atau terasa sakit ketika keluar.
Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan medis segera karena infeksi yang berat dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Jika muncul demam tinggi disertai nyeri panggul dan gangguan buang air kecil, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan.
Baca Juga: Water Flosser untuk Membantu Membersihkan Sela Gigi dan Menjaga Kesehatan Mulut
Prostatitis Kronis
Prostatitis kronis biasanya memiliki perjalanan yang lebih lama. Gejalanya dapat muncul dan menghilang sehingga sebagian pria mungkin menganggapnya sebagai keluhan biasa.
Rasa sakit atau tidak nyaman di panggul dapat bertahan selama berbulan bulan. Gangguan buang air kecil dan rasa sakit saat ejakulasi juga dapat muncul.
Pada jenis kronis tertentu, tidak ditemukan bakteri sebagai penyebab utama. Hal ini membuat penanganannya terkadang membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar pemberian antibiotik.
Bagaimana Prostatitis Didiagnosis?
Diagnosis dimulai dengan wawancara mengenai gejala dan riwayat kesehatan. Dokter akan menanyakan lokasi nyeri, perubahan pola buang air kecil, demam, serta keluhan seksual yang mungkin muncul.
Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan. Dokter dapat memeriksa area perut dan melakukan pemeriksaan prostat melalui dubur jika diperlukan.
Tes urine dapat membantu mengetahui apakah terdapat infeksi. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan darah atau pemeriksaan lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
Tidak semua nyeri panggul pada pria disebabkan oleh prostatitis. Karena itu, dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan penyakit lain sebelum menentukan diagnosis.
Pengobatan Prostatitis
Pengobatan prostatitis bergantung pada penyebab dan jenisnya. Jika peradangan disebabkan oleh bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik sesuai kondisi infeksi.
Pada prostatitis akut, pengobatan biasanya perlu dilakukan segera. Jika infeksi cukup berat, pasien mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit dan pemberian obat melalui pembuluh darah.
Untuk prostatitis kronis, pengobatan dapat lebih kompleks. Selain obat tertentu, dokter mungkin menyarankan terapi untuk membantu mengurangi gangguan buang air kecil atau mengatasi nyeri.
Pada kondisi yang berkaitan dengan ketegangan otot dasar panggul, terapi fisik tertentu dapat menjadi bagian dari penanganan. Pilihan terapi disesuaikan dengan penyebab dan keluhan yang dialami.
Kebiasaan yang Dapat Membantu
Pria dengan keluhan prostat dapat memperhatikan beberapa kebiasaan sehari hari. Minum air dalam jumlah yang cukup membantu menjaga fungsi saluran kemih, meskipun kebutuhan cairan setiap orang berbeda.
Mengurangi minuman yang dapat memperburuk keluhan kandung kemih, seperti minuman berkafein, dapat membantu sebagian orang. Makanan yang sangat pedas juga mungkin terasa mengganggu bagi sebagian penderita.
Duduk terlalu lama dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada panggul pada beberapa orang. Aktivitas fisik ringan dan teratur dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sehat.
Namun, perubahan kebiasaan tidak menggantikan pemeriksaan dan pengobatan apabila terdapat infeksi atau gejala yang berat.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua nyeri di sekitar panggul harus dianggap sebagai prostatitis. Namun, keluhan yang menetap atau semakin berat sebaiknya diperiksa.
Segera mencari pertolongan medis jika mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri hebat, atau kesulitan buang air kecil. Ketidakmampuan mengeluarkan urine sama sekali membutuhkan penanganan segera.
Pria juga sebaiknya berkonsultasi apabila mengalami nyeri saat ejakulasi, darah dalam urine atau air mani, atau gangguan buang air kecil yang terus berulang.
Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat membedakan peradangan prostat dari infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, batu saluran kemih, maupun masalah lainnya